Taliban Setuju Pembicaraan Damai

Jumat, 23 Mei 2008 | 03:18 WIB

KABUL, KAMIS – Taliban telah menunjukkan keinginan akan pembicaraan politik dan upaya serius harus dilakukan untuk mengadakan pembicaraan dan mengakhiri pemberontakan. Burhanuddin Rabbani, tokoh berjenggot berusia 65 tahun yang sekarang memimpin oposisi di parlemen, mengatakan ia telah mengadakan hubungan dengan Taliban beberapa bulan lalu dan telah menerima sepucuk surat dalam beberapa hari belakangan ini yang memuat “beberapa pesan yang membesarkan hati” dari Taliban yang disampaikan pada aliansi partai yang ia pimpin.
    
Rabbani mengatakan gerilyawan itu telah menyampaikan keinginan pada solusi politik bagi konflik yang mana lebih dari 12.000 orang telah teweas sejak 2006 saja. Ia tidak mengatakan siapa dalam Taliban yang telah mengirim pesan itu. Pasukan AS dan Afghanistan menggulingkan Taliban 2001 setelah gerakan Islam garis keras itu menolak menyerahkan pemimpin al Qaida dalang serangan 11 September di AS.
    
Sejak itu, Taliban telah berulangkali menolak tangkai zaitun yang ditawarkan oleh Presiden Hamid Karzai, yang memimpin negara itu sejak pemecatan gerakan tersebut. Dalam pesan mereka, Taliban mengatakan mereka akan menerima semua konvensi iternasional, tidak akan menentang pendidikan untuk anak perempuan dan akan menentang (bila) Afghanistan akan digunakan sebagai pangkalan untuk mengancam negara lain, kata Rabbani.
    
Taliban juga ingin hubungan bersahabat dan kerjasama dengsn negara Muslim dan non-Muslim, ia menambahkan. “Kami melihat beberapa hal yang sangat baik (dalam pesan itu). Untuk mengakhiri krisis di negara itu, pemicaraan dengan oposisi bersenjata harus diusahakan. Kita akan membayar untuk pemulihan keamanan. Pembicaraan serius harus berlangsung dan langkah harus diambil,” kata Rabbani.
    
Selain dari Taliban, Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin gerilyawan lainnya yang dicari oleh AS, memimpin pasukan terpisah tapi bersekutu melawan tentara pemerintah dan 60.000 tentara asing yang dipimpin oleh NATO dan militer AS di Afghanistan. Tidak ada dari kelompok oposisi bersenjata yang dapat dihubungi dengan segera untuk dimintai komentar.
    
Rabbani adalah pemimpin kelompok Mujahidin yang memerangi pendudukan Soviet pada 1980-an. Ia menjadi presiden pada 1990-an ketika kelompok Mujahidin saling bertempur dalam perang yang telah memicu naiknya Taliban ke kekuasaan.
    
Taliban memecat pemerintah Rabbani pada 1996. Rabbani kemudian memimpin aliansi oposisi melawan Taliban dan pendukungnya membantu pasukan pimpinan-AS menggulingkan Taliban 2001. Pemberontakan (Taliban) telah merintangi pembangunan kembali di Afghanistan setelah tiga dasawarsa perang, konflik yang para pejabat Barat katakan sekarang tidak dapat dimenangkan secara militer. Bulan lalu, sejumlah pria bersenjata Taliban dengan bantuan beberapa orang dalam pasukan keamanan berupaya untuk membunuh Karzai pada parade di Kabul.
Sumber : Antara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: