Interaksi Internasional

Disini yang terlebih dulu akan diterangkan adalah mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan Afghanistan dari sejak sebelum Islam datang dan setelah Islam datang sampai periode tahun 1992 hingga sekarang. Sedangkan mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara Islam Iran akan
diterangkan kemudian.

Dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Afghanistan ini dibagi kedalam 9 periode:

1. Periode Sebelum tahun 651 M yang dinamakan periode Afghanistan sebelum Islam.
2. Periode tahun 642 M – 1747 M yang disebut Afghanistan dibawah pengaruh Islam.
3. Periode tahun 1747 M – 1826 M yang dinamakan Kekuasaan Dinasti Durrani.
4. Periode tahun 1826 M – 1919 M yang dinamakan Afghanistan dibawah pengaruh Eropah.
5. Periode tahun 1919 M – 1929 M yang disebut dengan reformasi Amanullah Khan dan perang saudara.
6. Periode tahun 1929 M – 1973 M yang dinamakan Dinasti Nadir Shah dan ZahirShah.
7. Periode 1973 M – 1978 M yang dinamakan Republik Afghanistan Daud.
8. Periode 1978 M – 1992 M yang dinamakan masa intervensi Sovjet Union.
9. Periode 1992 M – sekarang

1. Periode Sebelum tahun 651 M Afghanistan sebelum Islam.

Iskandar Agung atau Alexandria atau Alexander the Great pada tahun 328 sebelum Masehi telah menguasai daerah yang sekarang dinamakan dengan Afghanistan, bagian wilayah kerajaan Persia, dan menduduki daerah Bactria yang sekarang dinamakan Balkh.

Seterusnya Afghanistan juga pernah dikuasi oleh bangsa Scythian dari Negeri Scythia dari daerah Eurasia yang terletak di daerah Altai yaitu daerah Siberia barat dan Mongolia sekarang. Juga Afghanistan pernah dikuasai oleh bangsa Hua putih yang dipanggil dengan Hua atau Huer dan juga dikenal dengan nama Hephthalite yang berasal dari kata Yunani atau dengan kata Hayathelite yang dipergunakan dalam bahasa Persia yang merujuk kepada nama Kerajaan pada abad ke-6. Orang yang hampir mirip dengan orang Hua Putih ini adalah orang Korea yang tinggal di Eurasia Tengah.

Selanjutnya Afghanistan ini juga pernah dikuasai oleh bangsa Gokturk atau Kokturk dari negeri Turkic yang berdiri sekitar tahun 552 M yang berada dibawah pimpinan Bumin atau Tuman Khan atau Khaghan yang meninggal pada tahun 552 M, yang seterusnya dipimpin oleh anaknya Tuman Khan yang selanjutnya wilayah kekuasaannya meluas di Asia Tengah.

Nama Afghanistan ini diambil dari nama seorang raja dari bangsa Hua Putih dari kerajaan Hun Putih.

2. Periode tahun 642 M – 1747 M Afghanistan dibawah pengaruh Islam.

Pada tahun 642 M ketika Khulafaur Rasyidin memegang kekuasaan di Negeri Arab dan sekitarnya, pengaruh Islam melebar melalui orang-orang Arab yang datang ke Afghanistan. Karena kerajaan Persia yang juga menguasai wilayah Afghanistan jatuh ke tangan Khalifah Umar bin Khattab, maka Afghanistan
bebas dan dikuasai oleh kerajaan Ghaznavid pada tahun 998. Raja Mahmud dari kerajaan Ghaznavid (998 M – 1030 M) mengadakan konsolidasi dan kerjasama dengan raja-raja sebelumnya dari Persia dan membentuk pusat kebudayaan Islam yang pengaruhnya meluas sampai ke India.

Dinasti Ghaznavid pada tahun 1146 dikuasai oleh Dinasti Ghurid atau Ghor. Beberapa putra mahkota dan orang seljuk Turki telah memerintah sampai Shah Muhammad II dari Dinasti Khwarezmid menguasai seluruh Persia pada tahun 1205.

Pada tahun 1219 Kekuasaan dinasti Khwarezmid jatuh ketangan Mongol dibawah pimpinan Jengis Khan. Ketika Jengis Khan menyerang Khwarezmid sebagian besar penduduknya disembelih dan bangunan-bangunan dihancurkan termasuk daerah Herat, Ghazni dan Balkh.

Ketika Jengis Khan meninggal pada tahun 1227, diteruskan oleh keturunannya, yaitu Timur Lenk yang memasukkan Afghanistan kedalam wilayah kekuasaan Kerajaannya di Asia. Kemudian oleh Babur, keturunan Timur Lenk, pendiri kerajaan Moghul pada awal abad ke-14 menjadikan Kabul sebagai ibu kota Afghanistan.

3. Periode tahun 1747 M – 1826 M Afghanistan dibawah Kekuasaan Dinasti Durrani.

Pada tahun 1747, Ahmad Shah Durrani mendirikan kerajaan Afghanistan. Ahmad Shah Durrani adalah dari suku Pashtun, yang dipilih menjadi Raja oleh Loya Jirga (Dewan Tradisional) setelah Nadir Shah penguasa Persia dibunuh di Khabushan dalam tahun yang sama.

Ahmad Shah Durrani mengkonsolidasikan daerah, wilayah, propinsi yang ada di Afghanistan kedalam satu Negeri. Dimana wilayah Afghanistan meluas dari mulai Mashad di sebelah barat sampai ke Kashmir dan Delhi di Timur. Dari mulai Sungai Amu Darya di sebelah utara sampai ke Laut Arab di sebelah
selatan.

Dari sejak Ahmad Shah Durrani memegang kekuasaan di Afghanistan, hamper semua penguasa yang memimpin Afghanistan berasal dari suku Pashtun, kecuali pada tahun 1929 selama 9 bulan lepas kekuasaan dari suku Pashtun. Tetapi setelah 9 bulan, kembali lagi kekuasaan dipegang oleh suku Pashtun sampai tahun 1978 ketika kaum Marxis yang didukung oleh Uni Soviet melakukan kudeta
terhadap Dinasti Durranni Pashtun ini.

4. Periode tahun 1826 M – 1919 M Afghanistan dibawah pengaruh Eropah.

Ketika Muhammad Khan berkuasa di Kabul. Telah terjadi perbenturan dua kekuasaan, yaitu Inggris dan Kekaisaran Rusia yang sangat mempengaruhi Afghanistan pada abad 19.

Dimana Inggris yang telah meluaskan kekuasaannya ke Asia Tengah dan ke Persia telah menimbulkan pecah perang Inggris Afghanistan. Perang pertama antara Inggris dan Afghanistan antara tahun 1839 – 1842 yang berakibat kekalahan pasukan angkatan perang Inggris.

Kemudian 36 tahun kemudian disusul dengan perang kedua antara Inggris Afghanistan pada tahun 1878 – 1880 yang diakibatkan Amir Sher Ali menolak untuk menerima Misi Inggris di Kabul. Timbulnya perang ini ternyata jatuhnya Amir Sher Ali dan naiknya Amir Abdur Rahman ke kursi kerajaan Afghanistan.
Dimana Inggris bisa menguasai politik luar Negeri Afghanistan. Selama Amir Abdur Rahman berkuasa pada tahun 1880 – 1901, Inggris dan Rusia telah mematoki wilayah perbatasan Afghanistan sebagaimana yang eksis sampai sekarang ini. Selama Afghanistan dibawah Amir Abdur Rahman Inggris
mengontrol penuh politik luar negeri Afghanistan.

Ketika pecah Perang Dunia I, pihak Jerman telah membangkitkan semangat anti Inggris dari pihak para gerilyawan Afghanistan yang ada disepanjang perbatasan India. Disamping itu kebijaksanaan politik Habibullah, putra Amir Abdur Rahman, yang menyatakan Afghanistan netral tidak begitu populer
diantara rakyat Afghanistan.

Ketika Habibullah dibunuh pada tahun 1919 oleh anggota keluarga yang menentang pengaruh Inggris, digantikan oleh Amanullah putra ketiga Abdur Rahman. Dimana Amanullah inilah yang tampil memimpin perang Afghanistan Inggris ke tiga. Setelah perang tahun 1919 inilah Afghanistan mendapat lagi kekuasaan untuk menguasai politik luar negerinya dengan menandatangani Perjanjian Rawalpindi pada tanggal 19 Agustus 1919. Pada tanggal 19 Agustus 1919 inilah Afghanistan menyatakan hari kemerdekaan dari Inggris.

5. Periode tahun 1919 M – 1929 M reformasi Amanullah Khan dan perang saudara.

Raja Amanullah Khan yang berkuasa dari 1919 – 1929 yang telah berhasil mengalahkan Ingris dan mendapat kemerdekaan politik luar negeri Afghanistan dari Inggris, telah melakukan diplomasi untuk menjalin hubungan internasional dengan negara-negara lain. Ketika Raja Amanullah Khan melakukan kunjungan ke negara-negara Eropah dan Turki ternyata situasi dan politik Eropah dan Turki telah mempengaruhi banyak pemikiran Raja Amanullah Khan ini. Misalnya Aminullah Khan membebaskan memakai tudung dan cadar bagi wanita muslim, sekolah-sekolah umum dibangun. Tetapi kebijaksanaan politik yang radikal ini ternyata mendapat tantangan dari kaum ulama, para pimpinan muslim, dan pasukan angkatan bersenjata, sehingga Raja Amanullah Khan dipaksa turun tahta pada bulan Januari 1929 setelah ibu kota Kabul jatuh menyusul setelah Bacha i Saqao dapat diduduki.

6. Periode tahun 1929 M – 1973 M Dinasti Nadir Shah dan Zahir Shah.

Setelah Raja Amanullah Khan dijatuhkan, muncullah sepupu Amanullah Khan, Putra Mahkota Nadir Khan dari suku Pashtun naik ke atas tahta kerajaan Afghanistan pada bulan Oktober 1929 dan dideklarkan sebagai Raja Afghanistan. Dimana Raja Nadir Khan ini mengembalikan kembali kebijaksanaan politik sekular yang telah dijalankan oleh Raja Amanullah Khan. Tetapi 4 tahun kemudian pada tahun 1933 Raja Nadir Khan dibunuh oleh seorang pelajar dari Kabul.

Pengganti Raja diangkat Mohammad Zahir Shah, putra Nadir Khan yang masih berusia 19 tahun untuk memegang tahta kerajaan Afghanistan dari tahun 1933 -1973. Sampai tahun 1946 Mohammad Zahir Shah dalam memimpin Kerajaan Afghanistan dibantu oleh pamannya Mohammad Hashim yang memegang jabatan sebagai Perdana Menteri. Kemudian dari sejak tahun 1946 jabatan Perdana Menteri dipegang oleh pamannya Mohammad Zahir Shah yang lain, yaitu Shah Mahmud. Pada tahun 1953 jabatan Perdana Menteri digantikan oleh Mohammad Daud Khan, sepupu Raja Mohammad Zahir Shah.

Mohammad Daud Khan ini mempunyai hubungan erat dengan Uni Soviet dan sangat antipati kepada Pakistan. Ketika adanya pertentangan dengan Pakistan, yang menimbulkan krisis ekonomi di Afghanistan, maka Perdana Menteri Mohammad Daud Khan diminta untuk mengundurkan diri pada tahun 1963. Kemudian dari tahun 1963 sampai tahun 1973 Raja Mohammad Zahir Shah sendiri yang memegang kendali kerajaan.

Pada tahun 1964 Raja Mohammad Zahir Shah membentuk dua kamar lembaga legislatif dimana sepertiga dari kedua kamar legislatif itu diangkat oleh Raja. Sepertiga anggota legislatif dipilih rakyat, dan sepertiganya lagi dipilih tidak langsung oleh anggota majelis dari tiap Propinsi. Lalu membuat
konstitusi baru.

Pada masa kekuasaan Raja Mohammad Zahir Shah inilah diberikan kebebasan membentuk partai politik. Diantaranya partai komunis demokrasi rakyat Afghanistan yang mempunyai hubungan erat dengan Uni Soviet. Pada tahun 1967 partai komunis demokrasi rakyat Afghanistan pecah menjadi dua bagian. Faksi
Khalq yang dipimpin oleh Nur Muhammad Taraki dan Hafizullah Amin yang didukung oleh elemen-elemen dari angkatan bersenjata Afghanistan. Dan faksi Parcham yang dipimpin oleh Babrak Karmal.

7. Periode 1973 M – 1978 M Republik Afghanistan Daud.

Ketika Afghanistan dilanda musim kemarau yang panjang, timbulnya banyak korupsi diantara keluarga Raja, dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh keluarga Raja, maka pada tanggal 17 Juli 1973 mantan Perdana Menteri Mohammad Daud Khan melakukan kudeta dan Raja Mohammad Zahir Shah terbang meninggalkan Afghanistan dan mendapat perlindungan politik di Italia.

Seterusnya Mohammad Daud Khan menghapuskan Kerajaan dan konstitusi yang dibuat pada tahun 1964 dibekukan, dan mendeklarkan dirinya sebagai Presiden dan Perdana Menteri. Mohammad Daud Khan berusaha untuk memperbaiki situasi ekonomi negara. Pada bulan Februari 1977 dibuat konstitusi baru. Tetapi gagal menciptakan kestabilan politik dalam negeri. Sehingga pada tanggal 27 April 1978 partai komunis demokrasi rakyat Afghanistan dari Faksi Khalq yang dipimpin oleh Nur Muhammad Taraki melakukan kudeta, Mohammad Daud Khan dan hampir semua keluarganya dibunuh. Kemudian Nur Muhammad Taraki Sekretaris Jenderal partai komunis demokrasi rakyat Afghanistan menjadi
Presiden Dewan Revolusi dan merangkap sebagai Perdana Menteri Republik Demokrasi Afghanistan yang baru dibentuk.

8. Periode 1978 M – 1992 M intervensi Sovjet Union.

Setelah Nur Muhammad Taraki memegang Jabatan Presiden dan merangkap Perdana Menteri Republik Demokrasi Afghanistan, dengan partai komunis demokrasi rakyat Afghanistan telah melakukan perobahan besar-besaran, dimana mendeklarkan membebaskan riba, melarang kawin paksa, memberikan kebebasan bagi anak-anak perempuan untuk masuk sekolah umum, mengakui hak perempuan ikut pemilihan, menggantikan dasar dan sumber hukum Islam dengan dasar hukum sekular, melarang pelaksanaan hukum adat dan melarang reformasi hak tanah milik pribadi.

Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan mengundang Pemerintah Uni Soviet untuk membantu memoderenisasikan infra struktur ekonomi seperti menyangkut masalah eksplorasi dan penyulingan mineral dan gas alam. Pemerintah Uni Soviet mengirimkan kontraktor-kontraktor untuk membangun jalan, rumah sakit, sekolah, penyaluran air, dan melatih serta memperlengkapi perlengkapan
perang angkatan bersenjata Afghanistan.

Ternyata modernisasi dan sekularisasi yang dijalankan oleh Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan dibawah Presiden Nur Muhammad Taraki ternyata membawa akibat negatif, dimana pihak ulama dan kaum muslimin Afghanistan sangat menentang terhadap kebijaksanaan sekularisasi yang dijalankan oleh
Pemerintah yang berhaluan kepada komunis Uni Soviet ini.

Perlawanan yang digerakkan oleh kaum ulama dan mujahidin ini untuk melawan Pemerintah Nur Muhammad Taraki dan pihak pendukungnya Pemerintah Uni Soviet dengan komunisnya, terus makin gencar dijalankan.

Gerakan perlawanan kaum mujahidin Afghanistan ini berlangsung dari sejak 1979 sampai Februari 1989, dimana ketika pasukan angkatan bersenjata Uni Soviet ditarik dari Kabul. Bantuan ekonomi dan militer yang diberikan kepada kaum mujahidin Afghanistan ini diperoleh dari Kerajaan Saudi dan Amerika
melalui CIA-nya.

Walaupun Uni Soviet telah menarik pasukannya dari Afghanistan, tetapi bantuan pemerintah Uni Soviet masih terus berlangsung kepada Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan yang dipimpin oleh Mohammad Najibullah yang menggantikan Nur Muhammad Taraki. Setelah Uni Soviet runtuh, pada tanggal 18 April 1992 Mohammad Najibullah bisa dijatuhkan.

Kemudian Abdul Rashid Dostum yang bersekutu dengan Ahmad Shah Massoud mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, dan dideklarkan bahwa Afghanistan menjadi Negara Islam Afghanistan.

9. Periode 1992 M – sekarang.

Ketika Abdul Rashid Dostum dan Ahmad Shah Massoud telah mendeklarkan Afghanistan sebagai Negara Islam Afghanistan, ternyata persoalannya tidak selesai dan berhenti sampai disini, melainkan timbul konflik baru antara berbagai milisi yang sebelumnya bersama-sama berjuang dan perang menghadapi
pihak Pemerintah Nur Muhammad Taraki, Mohammad Najibullah, dan pemerintah Uni Soviet.

Konflik antara milisi dan faksi ini telah melahirkan perang bersaudara. Untuk mencapai kesepakatan dianata opara milisi dan faksi ini dibentuklah Dewan Jihad Islam, dimana yang pertama memimpin Dewan Jiha Islam ini adalah Sibghatullah Mojaddedi yang memimpin selama dua bulan. Kemudian diteruskan oleh Burhanuddin Rabbani. Tetapi pertentangan diantara faksi dan milisi ini tidak berhenti, malahan makin terus hebat.

Ada satu hal yang menjadi salah satu dasar timbulnya pertentangan dalam Dewan Jihad Islam ini yaitu kurangnya wakil-wakil dari suku Pashtun. Karena itulah ketika gerakan pelajar Islam atau Taliban dari suku Pashtun tampil dalam pergerakan ini, dan pelajar Islam ini kebanyakan mantan mujahidin.

Pada 27 September 1996 Taliban mengontrol lebih dari 90 % wilayah Afghanistan. Ketika Taliban melakukan gerakan bersenjatanya, ternyata hanya sebagian kecil yang melakukan perlawanan, terutama perlawanan yang digerakkan oleh pihak suku dari kelompok Aliansi Utara Afghanistan yang
pemerintahnya dipimpin Burhanuddin Rabbani dan Ahmad Shah Massoud masih diakui oleh PBB. Sedangkan pihak Taliban dibawah pimpinan Mohammad Omar yang telah menguasai hampir seluruh Afghanistan dan memegang kekuasaan di Afghanistan sampai tahun 2001, ternyata pemerintah Taliban dibawah Mohammad Omar tidak diakui oleh PBB.

Ketika terjadi serangan 11 September 2001 terhadap dua gedung pencakar langit World Trade Center di New York dan gedung Pentagon di Washington DC, pihak Pemerintah Amerika menuduh dan mengganggap bekas aliansi di Afghanistan kaum Mujahidin dibawah pimpinan Osama bin Laden dengan gerakan Al Qaedanya yang dilindungi oleh Pemerintah Mohammad Omar yang melakukan serangan terhadap dua gedung WTC tersebut, maka pada tanggal 20 September 2001, George W. Bush presiden negara federasi Amerika dihadapan Kongres yang dihadiri oleh Tony Blair dari Inggris mendeklarkan perang melawan Gerakan Pelajar Islam (Taliban) Afghanistan.

Dan pada hari Minggu 7 Oktober 2001, pukul 13.00 waktu Washington, atau pukul 19.00 waktu Stockholm, atau pukul 01.00 WIB, Senin pagi, George W. Bush berpidato dihadapan seluruh rakyat negara federasi Amerika yang disiarkan keseluruh dunia: “Saya telah memerintahkan kepada kekuatan
angkatan bersenjata (negara federasi Amerika) untuk menyerang kamp-kamp militer tempat latihan Al-Qaeda dan tempat pangkalan militer angkatan bersenjata Taliban (Gearakan Pelajar Islam). Serangan ini akan menyetop kemungkinan pemerintah Afghanistan untuk menjalankan aksi terrrorisnya dan membatasi kekuatan angkatan bersenjata Afghanistan. Kepada semua angkatan laut, darat dan udara, juga angkatan penyerang perairan dan laut, misi kalian telah ditentukan, sasaran kalian telah jelas dan tujuan kalian adalah keadilan. Kalian telah mendapat kepercayaan penuh dari saya dan kalian diperkenankan mempergunakan persaenjataan apa saja untuk menjalankan penyerangan sebagai satu kewajiban.” (Pidato deklarasi penyerangan Bush terhadap kaum muslimin Afghanistan, Minggu, 7 Oktober 2001, pukul 13.00waktu Washington).

Amerika dan sekutunya dalam melakukan serangannya di Afghanistan bekerja sama dengan Aliansi Utara. 39 hari kemudian, Selasa, 13 Nopember 2001, Kabul jatuh, setelah sehari sebelumnya, 12 Nopember 2001 dikosongkan oleh pihak Taliban untuk melindungi dan menjaga warga Kabul dari pertumpahan darah yang mengerikan. Setelah 39 hari Afghanistan dibombardir dari udara, maka Aliansi Utara tampa mendapat izin terlebih dahulu dari Amerika dan sekutunya memasuki kota Kabul. Setelah Kabul Jatuh, kelompok Aliansi Utara yang dipimpin oleh menteri dalam negerinya, Yunus Qanuni dalam dialog mengenai masa depan Afghanistan di hotel Petersberg, Bonn, German, yang dimulai tanggal 27 Nopember 2001, menyerah kepada tekanan yang dibuat oleh juru bicara PBB, Ahmad Fauzi, yang mengarahkan jalannya dialog para utusan dari kelompok-kelompok yang ada di Afghanistan, tanpa wakil dari Taliban.

Dimana Ahmad Fauzi menekankan bahwa karena masalah keamanan adalah yang sangat penting, maka walaupun ada pemerintahan di Kabul, tetapi kalau masih dalam keadaan kaos dan penuh anarki, karena dimana-mana masih banyak senjata, maka pemerintah yang sudah dibentuk itu tidak akan mungkin berjalan dengan baik dan lancar. Karena itu perlu adanya pasukan perdamaian internasional. Dimana pihak aliansi utara dibawah Burhanuddin Rabbani, Abdullah Abdullah, Yunus Qanuni, dan Abdul Rashid Dostum menyerah kepada kemauan Bush lewat tangan Ahmad Fauzi yang diutus PBB untuk jadi pengarah dialog mengenai masa depan Afghanistan di Bonn dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak delegasi aliansi utara melalui pimpinan delegasinya, Yunus Qanuni yaitu, bahwa apabila pemerintah transisi sudah dibentuk, dan apabila memang dilibatkan, disyaratkan, dan diperlukan hadirnya pasukan perdamaian internasional, maka pihaknya akan menerimanya.

Dokumen perjanjian yang dihasilkan dari konferensi yang diatur dan diarahkan oleh PBB tentang masa depan Afghanistan di hotel Petersberg, Bonn, German, Rabu, 5 Desember 2001 telah ditandatangani, yang didalamnya mencantumkan hasil pemilihan tidak langsung pemerintah sementara Afghanistan yang akan dipimpin oleh Hamid Karzai dari suku Pashtun, yang akan menjalankan tugasnya mulai tanggal 22 Desember 2001 selama 6 bulan sampai Dewan Tradisional (LoyaJirga) Afghanistan terbentuk yang akan dipanggil oleh bekas raja Mohammad Zahir Shah untuk mengangkat seorang kepala negara dengan tugas menyiapkan undang undang dasar atau konstitusi baru Afghanistan dan mempersiapkan
pemilihan umum dalam waktu 2 tahun.

Hari Sabtu, 22 Desember 2001, 2 hari lagi sebelum hari perayaan Natal 2001, 25 Desember 2001, pemerintah Afghanistan dibawah pimpinan Hamid Karzai telah dilantik dengan dihadiri oleh utusan-utusan dari negara-negara lainnya. Pemerintah Afghanistan sementara ini akan menjalankan tugas dan kewajibannya selama 6 bulan sampai bekas Raja Mohammad Zahir Shah membentuk Dewan Tradisional (Loya Jirga) untuk mempersiapkan dan membuat undang undang dasar atau konstitusi baru negara sekular Afghanistan dan mengangkat seorang kepala pemerintah baru.

Pada bulan Juni 2002 ketika Dewan Tradisional (Loya Jirga) dibentuk dipilihlah Hamid Karzai sebagai Presiden Afghanistan. Pada tanggal 14 Desember 2003 sampai 4 Januari 2004 dibicarakan konstitusi baru Afghanistan. Dan pada tanggal 16 Januari 2004 konstitusi baru Afghanistan ditandatangani.
Isinya menekankan kepada perlindungan hak hak asasi manusia, perlaksanaan demokrasi, keadilan sosial, menjamin persatuan, patuh pada dasar hukum PBB, menandatangani deklarasi umum hak hak asasi manusia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan berikan pendapatnya.., di tunggu,. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: